Rabu, 13 Februari 2013

Akar Sejarah Simbol Singo Edan Arema


Akar Sejarah Simbol Singo Edan Arema
 

Denger kata "Singo Edan" pasti semua orang langsung tahu apa atau siapa yang dimaksud.. Kalo bukan Malang, Arema ya Aremania.. :)) Tapi mungkin gak semua orang tahu, apa arti simbol Singa (selain karena zodiak Arema adalah Leo yang juga bersimbol singa) yang dipake oleh Arema dan sejarahnya.. Simbol singa ini memang gak asal comot, selain memang keren banget, gahar getoo, juga berhubungan erat dengan sejarah asal mula kota Malang sendiri pada jaman Ken Arok.. (dulu dijelasin sama Guru Sejarah Budaya, konon di beberapa prasasti Kerajaan2 di Malang jaman dulu ditemukan stempel Kerajaan yang berbentuk wajah seekor Singa dan pemimpin2 kerajaan di sekitar Malang dulu juga banyak yang bergelar "Singha" atau "Simha")
Simbol Singa secara resmi pernah dipakai sebagai simbol kota Malang pada masa kolonial Belanda, pada tahun 1937.. Simbol ini diberi semboyan berbahasa Latin "Malang Nominor Sursum Moveor" yang artinya Malang Namaku Maju Tujuanku.. Tapi karena adanya semangat untuk menghilangkan semua yang berbau kolonial, Dewan Kota kemudian mengganti lambang Singa ini menjadi Burung Garuda dan Macan Loreng (sama gaharnya kok) tapi dengan semboyan yang sama.. Dan pada tahun 1964 bersamaan dengan berdirinya Kotapraja Malang, lambang kota Malang diganti lagi dengan lambang tugu dan bintang dan mengganti semboyan kota Malang menjadi Malang Kucecwara sampai sekarang.. Malang Kucecwara sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya "Tuhan Menghancurkan yang Batil, Menegakkan Kebenaran "..

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates